Jumat, 18 November 2016

Press Release Album "TRIBE"

PARGOCHY
Press Release Album “Tribe"
Medan, 1 November 2016


Telah resmi bahwa band Death Metal yang berasal dari kota Medan ini meluncurkan album perdananya yang berjudul “Tribe” pada tanggal 30 Oktober 2016 lalu oleh Armstretch Records. Setelah sebelumnya mereka sukses meluncurkan mini album yang berjudul “Shackles of Revenge” yang berhasil menarik perhatian para Metalhead di Indonesia. Memulai rekaman pada awal pertengahan tahun 2015 dan berhasil meluncurkan sembilan track yang agresif. Delapan track full dan satu track Outro. 
Judul album “Tribe” sendiri mendeskripsikan salah satu suku yang mendominasi di kota Medan yaitu Suku Batak. Dengan alasan yang kuat yaitu untuk mengangkat salah satu budaya nusantara yang kaya akan karakter suku dan kesenian tradisionalnya. Selain dari menceritakan perjalanan orang batak, karakteristiknya dan juga hasrat yang keras dalam mewujudkan impiannya, hal tersebut terbukti dengan berhasilnya PARGOCHY mengkolaborasikan pola permainan ‘Gordang Sembilan’ (alat musik tradisional Batak Simalungun) dengan musik bergenre Death Metal yang mereka usung. Tentunya didalam salah satu lagu pamungkasnya berjudul “Batak Tribe”. “Lagu ini menjadi inti dari album ini. Karena disini semuanya dirangkum dalam liriknya. Mulai dari sejarah suku Batak, tipikal orang batak sampai pesan yang memberitahukan bahwa orang batak itu benar-benar solid dalam menjaga kulturnya” ungkap Dennis, vokalis PARGOCHY yang menulis lirik-lirik lagunya. 
Berbeda dengan mini album sebelumnya, album ‘TRIBE’ ini terasa lebih agresif. Mulai dari riff-riff musik yang dimainkan, tempo dan hentakan drum yang hampir berbeda disetiap lagu, “Hentakan drum khas Death Metal yang saya jadikan benang merah setiap aransemen musik di album ini” tandas Dede Putra drummer PARGOCHY. Hingga lirik-lirik yang tajam berhasil dipadukan oleh Dennis. “Kali ini kita sangat selektif dalam memilih riff musik untuk di aransemen, cukup menguras fikiran dan tenaga.” Kata Iring Siallagan, gitaris PARGOCHY. “Tapi saya sangat puas ini semua berhasil kita selesaikan.” Tambah Iring. Mereka bangga dengan hasil yang mereka capai. “Ini semua berkat kerja keras kita semua. Terutama pihak-pihak yang ikut membantu dalam kelangsungan pembuatan album ini. Kita berterima kasih pada teman-teman semua.” Ungkap Syaif Putra yang biasa disapa dengan panggilan Iip, bassist dari PARGOCHY. “Terima kasih juga buat Armstretch Records untuk kerjasamanya merilis album ini.” Tambah Iip. Dirillisnya PARGOCHY oleh Armstretch Records merupakan sebuah prestasi bagi mereka, hal ini mengingat tidaklah mudah untuk bisa menjadi salah satu band rilisan label records yang banyak menaungi band-band besar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar